Laman

Senin, 21 April 2008

KMnO4

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Telah diketahui bahwa selama proses pematangan buah-buahan, terutama kelompok buah-buahan klimaterik dihasilkan gas etilen. Etilen ini bisa memacu proses pematangan buah-buahan, untuk mengurangi pengaruh etilen, perlu digunakan oksidator yang bisa merombak etilen tersebut sehingga tidak bisa berfungsi lagi.

Salah satu oksidator yang biasa digunakan adalah KMnO4 sehingga umur simpan buah-buahan menjadi lebih panjang lagi.

1.2 Tujuan Percobaan

Adapun tujuan dilakukannya percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh KMnO4 dalam menghambat atau mencegah kematangan buah-buahan.


II. TINJAUAN PUSTAKA

KMnO4 merupakan senyawa yang memiliki oksigen dan juga memiliki ikatan valuasi yang berfungsi sebagai pengikat unsur disampingnya dan ini merupakan salah satu fungsionalnya yang bisa berperan di dalam pemecah masalah sesuatu contoh pada pemecahan etilen. Yang berperan di mana dengan ikatan valuasinya bisa memutuskan ikatan tersebut sehingga menghasilkan perubahan (Winarno, 1997).

Perubahan zat-zat tertentu dan perubahan fisik hasil perkawinan, peristiwa-peristiwa yang terjadi yang terlihat dengan mudah pada kebanyakan buah (hasil pertanian) yang sedang dalam proses peramnya klorofil (Kartasapoetra, 1994).

Proses menjadi tua dan masak hasil pertanian banyak dihubungkan dengan etilen. Perubahan zat-zat tertentu dan perubahan fisik hasil pertanian, peristiwa-peristiwa ini terjadi tampak pada kita dengan mudah pada kebanyakan buah (hasil pertanian) yang sedang dalam proses peramnya (Harris, 1998).

Kalium permanganat (KmnO4) dapat digunakan untuk menghambat pematanga buah. Kalium permanganat berdifat oksidator kuat karena daya oksidasinya kuat maka KmnO4 dapat mengoksidasi etilen, seperti diketahui etilen adalah hormon yang merangsang atau mempercepat terjadinya pematangan buah. Etilen yang telah teroksidasi kehilangan kemampuan untuk mempercepat pematangan buah (Muchtadi,1992).

Proses pematangan buah senantiasa berkaitan dengan perubahan proses atau aktivitas respirasinya mayoritas buah-buahan seperti mangga, apel, dan alpokat. Perkembangan buah, kematian jaringan (senescene) ditandai dengan peningkatan laju respirasinya (klimakterik). Sedangkan buah yang bersifat non klimakterik se[perti : jeruk, ceri, proses pematangan tidak diikuti dengan pengangkatan laju respirasinya. Oleh karena itu digunakan KMnO4 untuk menghambat proses ripening dari buah tersebut (AAK, 1975).


III. METODELOGI PERCOBAAN

3.1 Alat Dan Bahan

Adapun alat yang digunakan pada percobaan ini adalah kotak plastik makanan atau bungkus plastik, selotip.

Bahan-bahan yang dipakai adalah pisang, mangga dengan tingkat kematangan yang cukup, tetapi balum matang (tingkat maturation), KMnO4.

3.2 Cara Kerja

    1. Buah-buahan ditaruh dalam wadah plastik makanan dan ditutup rapat menggunakan slotipe.
    2. Sebelum ditutup di dalam wadah di taruh KMnO4 yang dibungkus kertas dengan berat tertentu.
    3. Pengamatan dilakukan setiap hari selama seminggu yang meliputi penampakan, warna, aroma dan tekstur.

4.2 Pembahasan

Dewasa ini pemasakan buah-buahan banyak dilakukan oleh pedagang buah-buahan dengan menggunakan etilen, untuk mempermudah atau mempercepat pemasakan pada buah-buahan hasil pertanian tersebut. Untuk mencegah atau mengurangi atau juga mempengaruhi proses pemasakan dengan menggunakan etilen, maka digunakan KMnO4.

Pada percobaan dengan menggunakan bahan mangga, pengaruh KMnO4 yang berkomposisi 1 gram pada hari pertama di suhu terbuka mengakibatkan penampakan yang jelek. Sedangkan yang menggunakan KMnO4 3 gram, penampakannya lebih licin, dan warnanya hijau. Sedangkan aromanya berbau khas mangga. Teksturnya agak keras.

Sedangkan pada percobaan yang dilakukan pada suhu ruang mengakibatkan penampakannya keras. Sedangkan warna yang didapat pada bahan tersebut berwarna hijau. Pada aroma tidak terjadi perubahan aroma, yaitu tetap berbau khas mangga. Teksturnya terjadi perubahan, dari agak keras menjadi lembek.

Perubahan zat-zat tertentu dan perubahan fisik hasil perkawinan, peristiwa-peristiwa yang terjadi yang terlihat dengan mudah pada kebanyakan buah (hasil pertanian) yang sedang dalam proses peramnya klorofil


V. PENUTUP

5.1 Kesimpulan.

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan percobaan ini adalah:

1. etilen, untuk mempermudah atau mempercepat pemasakan pada buah-buahan hasil pertanian tersebut.

2. Untuk mencegah atau mengurangi atau juga mempengaruhi proses pemasakan dengan menggunakan etilen, maka digunakan KMnO4.

3. KMnO4 merupakan senyawa yang memiliki oksigen dan juga memiliki ikatan valuasi yang berfungsi sebagai pengikat unsur disampingn yang bisa berperan dalam pemecah masalah sesuatu contoh pada pemecahan etilen.


DAFTAR PUSTAKA

AAK, 1975. Bertanam Buah-Buahan II. Kanisius. Yogyakarta.

Harris, R.S. dan Karma S.E. 1989. Evaluasi Gizi Pada Pengolahan Bahan Pangan. ITB, Bandung.

Kartasapoetra, A.G. 1994. Teknologi Penanganan Pasca Panen. PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Muchtadi, T. R dan Sugiono, 1992. Ilmu Pengaetahuan Bahn Pangan. IPB Bogor.

Winarno, F.G. 2002. Fisiologi Lepas Panen Produk Holtikultura. M-Brio Press, Bogor.

Tidak ada komentar: