Laman

Senin, 21 April 2008

akuntansi

Laporan Perubahan Modal Dan Jasa
Sumber: www.dikmenum.go.id


1. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal sangat erat kaitannya dengan laporan laba-rugi perusahaan, karena laba bersih akan menambah kepada akun modal. Atau sebaliknya rugi bersih akan mengurangi akun modal. Apa yang dimaksud dengan laporan perubahan modal?

Laporan perubahan modal adalah suatu ikhtisar tentang perubahan modal yang terjadi selama jangka waktu tertentu (periode tertentu).

Hal-hal yang menyebabkan perubahan modal:
Adanya setoran tambahan/investasi dari pemilik.
Adanya laba usaha.
Adanya kerugian.
Pengambilan untuk keperluan pribadi.

Laporan perubahan modal berisi beberapa hal:

1. Modal awal yaitu modal awal tahun.

2. Tambahan investasi pemilik, yaitu setoran modal dari pemilik selama satu periode akuntansi.

3. Laba atau rugi adalah hasil bersih perusahaan selama satu periode akuntansi.

4. Pengambilan pribadi adalah pengambilan uang untuk keperluan pribadi pemilik perusahaan selama satu periode akuntansi.

5. Modal akhir adalah modal yang terdapat pada akhir tahun.

Laba bersih yang terdapat pada laporan perubahan modal harus sama dengan laba bersih yang terdapat pada laporan laba-rugi.
Adapun langkah-langkah untuk penyusunan laporan perubahan modal adalah sebagai berikut:

1. Menuliskan nama perusahaan.

2. Menuliskan jenis laporan dalam hal ini laporan perubahan modal.

3. Menuliskan periode laporan dan tanggal berakhirnya periode.

4. Menyajikan modal awal.

5. Ditambah dengan investasi dan laba bersih.

6. Dikurangi pengambilan pribadi dan rugi perusahaan.

7. Menghitung hasil akhir dan dinyatakan sebagai modal akhir.

Sumber penyajian laporan perubahan modal adalah kertas kerja (work sheet).

1. Modal awal bisa dilihat pada Neraca Saldo.

2. Tambahan investasi jika ada dapat diambil dari lajur penyesuaian sebelah kredit.

3. Laba bersih dapat dilihat pada lajur laba-rugi sebelah debet atau dapat juga diambil dari hasil laporan perhitungan laba-rugi.

4. Pengambilan pribadi, datanya dapat diambil dari lajur Neraca sebelah debet.

5. Rugi perusahaan dapat diambil dari lajur laba-rugi sebelah kredit atau hasil perhitungan laba-rugi.

Laporan perubahan modal ini disusun dalam bentuk laporan (Staffel). Coba perhatikan penyajian laporan perubahan modal dari ilustrasi kertas kerja pada kegiatan 1 yang datanya diambil dari kertas kerja tersebut.

2. Laporan Neraca

Setelah Anda mempelajari laporan perubahan modal sekarang Anda akan mempelajari laporan Neraca. Sebetulnya laporan Neraca sudah dibahas di modul 1 dan 2. Untuk kali ini yang akan Anda pelajari adalah laporan Neraca yang diambil dari kertas kerja.
Sebelum ke inti pembahasan baiklah kita bahas sedikit tentang pengertian Neraca. Apa yang dimaksud dengan Neraca? Ini sebetulnya hanya mengulang, tapi baiklah akan saya uraikan.

Yang dimaksud dengan Neraca adalah: laporan yang berisi harta (asset), utang atau kewajiban-kewajiban pada pihak lain (liebilities) beserta modal (capital) dari suatu perusahaan pada saat tertentu. Oleh karena itu Neraca terdiri dari tiga kelompok, yaitu aktiva, kewajiban, dan modal.

Untuk kelompok aktiva diklasifikasikan dari tingkat likuiditasnya (mudah diuangkan). Klasifikasi untuk aktiva:
a. Aktiva lancar (Current assets)
b. Aktiva tetap (Fixed assets)

  • Aktiva lancar
    terdiri dari semua aktiva yang mudah dijadikan uang dalam jangka waktu yang relatif pendek. Aktiva lancar pada umumnya terdiri dari:

1. Kas: ialah uang tunai, uang di bank, cek, wesel pos, dan tabungan di bank.

2. Wesel Tagih (Not Receivable): ialah surat janji (promes) yang datang dari seseorang tentang kesanggupan membayar pada tanggal tertentu. Wesel (promes) ini dapat dijual seketika untuk dijadikan uang tunai.

3. Piutang Dagang (Account Receivable): yaitu tagihan kepada para langganan baik perorangan atau perusahaan sebagai akibat dari kegiatan perusahaan piutang pada umumnya mempunyai jangka waktu yang tetap sesuai dengan perjanjian.

4. Persediaan Barang (Merchandise Inventory): terdiri dari barang dagangan yang sengaja dibeli untuk dijual kembali dalam rangka kegiatan perusahaan.

5. Perlengkapan Toko (Store Sapplies): yaitu semua perlengkapan toko seperti kertas pembungkus, peti-peti kemasan, karton dan sebagainya.

6. Perlengkapan Kantor (Office Supplies): terdiri dari alat-alat tulis seperti kertas tik, kertas stensil, pensil, amplop, blanko-blanko surat dan sebagainya.

7. Biaya-biaya yang dibayar di muka (Prepaid Expence): yaitu seluruh biaya-biaya yang telah dibayar lebih dahulu walaupun belum masanya. Karena biaya ini telah dibayar di muka, maka kita mempunyai tagihan. Contoh: persekot sewa dsb.

  • Aktiva Tetap (Fixed/Plant Assets)
    terdiri dari aktiva yang sifatnya relatif tetap dan mempunyai jangka waktu perputaran lebih dari satu tahun. Aktiva ini dapat berwujud atau tidak berwujud. Adanya aktiva tetap ini untuk menjalankan aktivitas perusahaan bukan untuk dijual. Termasuk di dalamnya antara lain:

1. Peralatan Kantor (Office Equipment): uaitu peralatan kantor yang tahan lama
seperti: meja, kursi, lemari arsip, mesin tik dan peralatan lainnya.

2. Alat Pengangkut (Delivery Equipment): ialah sarana perusahaan yang dipakai untuk mengangkut barang seperti: truk, gerobak, dan sebagainya.

3. Gudang (Building): yaitu bangunan perusahaan baik untuk tempat usaha seperti toko atau kantor.

4. Mesin-mesin (Machinery): yaitu mesin-mesin untuk memperoduksi barang seperti mesin cetak, mesin pintal, tenun, dan sebagainya.

5. Tools (alat-alat): ialah alat-alat untuk menjalankan perusahaan misalnya kunci, catok, dongkrak dan sebagainya.

Inilah kelompok yang termasuk akun harta, perusahaan semakin besar semakin
banyak kelompok harta baik harta lancar atau harta tetap. Baiklah kita lanjutkan dengan kelompok Pasiva atau Liabilities.

Pasiva (liabilities) adalah kewajiban perusahaan yang harus dibayar kepada pihak ketiga (kreditur). Pasiva (liabilities) sesuai dengan jangka waktu atau umurnya dibagi dalam:
1. Utang jangka pendek (current liabilities)
2. Utang jangka panjang (long term liabilities)

Utang jangka pendek, yaitu utang yang harus segera dilunasi, paling lambat umur dari utang ini satu tahun.
Yang termasuk utang jangka pendek di antaranya:

1. Utang Wesel/Wesel Bayar: yaitu wesel yang harus kita bayar kepada pihak lain yang pernah kita berikan kepadanya. Biasanya umur utang wesel adalah 30 hari, 60 hari, atau 90 hari.

2. Utang Dagang (Account Payable): ialah utang kepada rekanan (suplier) yaitu utang dalam rangka kegiatan perusahaan, atau utang ini terjadi karena membeli barang yang belum dibayar.

3. Biaya-biaya yang harus dibayar: yaitu biaya-biaya yang belum kita lunasi dalam periode pembukuan tertentu. Misalnya utang gaji, utang upah dan utang-utang biaya lainnya.

Utang jangka panjang (long term liabilities). Yang termasuk utang ini adalah semua utang yang pembayarannya relatif lama. Seperti utang obligasi (bond payable), utang hipotek (mortage payable) dan sebagainya.

Komponen terakhir dari pasiva adalah modal (capital). Modal/capital diperoleh dari selisih atau nilai lebih assets dengan liabilities. Nilai lebih ini merupakan hak dari pemilik perusahaan.

Unsur-unsur Neraca yang diuraikan hanya menggambarkan lingkup kecil saja karena telah dibahas pada modul sebelumnya yaitu pada modul 1 dan 2. Baiklah kita lanjutkan bagaimana cara menyusun Neraca. Secara teknis urutan penyusunan Neraca adalah sebagai berikut:

1. Menuliskan nama perusahaan.

2. Menuliskan jenis laporan, dalam hal ini Neraca.

3. Menuliskan saat keadaan keuangan perusahaan itu dilaporkan, misalnya tanggal, bulan dan tahun tertentu.

4. Menyajikan aktiva, kewajiban dan modal disusun sesuai dengan ketentuan, dan prinsip-prinsip akuntansi Indonesia.

Penyusunan Neraca dapat dilakukan dalam 2 cara:
1. Bentuk laporan (Staffel)
2. Bentuk Scontro

Sumber penyusunan Neraca diambil dari kertas kerja lajur Neraca dengan ketentuan sebagai berikut:
a. untuk aktiva berada di lajur Neraca sebelah debet.
b. untuk kewajiban datanya di lajur Neraca sebelah kredit.
c. untuk modal diambil dari modal akhir hasil laporan perubahan modal.

Untuk lebih jelasnya cara penyusunan Neraca yang diambil dari kertas kerja Bengkel Mobil “Hadian Putra” per 31 Desember 1999.

Penyusunan Neraca yang diambil dari kertas kerja Bengkel Mobil “Hadian Putra” per 31 Desember 1999.


Neraca
a. Bentuk Staffel/Laporan

b. Bentuk Scontro (sebelah-menyebelah)

Tidak ada komentar: