Laman

Sabtu, 30 Oktober 2010

KEMULIAAN 10 HARI BULAN DZUL-HIJJAH


Ibnu Abbas meriwayatkan “sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. Bersabda, “ tiada hari-hari yang amal didalamnya lebih di cintai daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah”

Dari jabir bin Abdillah, dia berkata, “Rasullullah Saw. Bersabda,” tiada hari-hari yang lebih utama dari hari-hari sepuluh hari bulan Dzulhijjah”.

Ditanyakan,” dan juga tidak semisal sepuluh hari itu dalam sabilillah?” Beliau bersabda,”dan tidak semisal sepuluh hari ini dalam sabilillah kecuali seorang laki-laki yang menyembelih kudanya dan mengotori debu wajahnya di jalan Allah”.

Dari Aisyah ra., “sesungguhnya ada seorang pemuda yang memiliki kemasyuran. Dia apabila dating bulan Dzulhijjah keesokan harinya dia berpuasa. Sampailah hal itu kepada Rasulullah Saw. Lalu beliau memanggil dan bersabda,” apa yang mendorongmu berpuasa hari ini?”. Dia menjawab, “ Demi bapak dan ibuku sebagai tebusan engkau ya Rasulullah, sesungguhnya dia adalah hari-hari masya’ir (tempat-tempat nusuk) dan hari-hari haji. Semoga Allah mengikutkan aku dalam doa mereka”.

Beliau juga bersabda,” sesungguhnya engkau mendapatkan dengan setiap hari yang engkau puasakan sebanding dengan seratus budak, seratus unta dan seratus kuda yang dipakai dijalan Allah. Lalu apabila dating hari Tarwiyah, engkau akan mendapatkan didalamnya sebanding dengan seribu budak, seribu unta dan seribu kuda yang dipakai di jalan Allah. Dan apabila dating hari Arafah, maka engkau akan mendapatkan di dalamnya sebanding dengan dua ribu budak, dua ribu unta, dan dua ribu kuda yang dipakai dijalan Allah”.

Beliau juga bersabda,”Barang siapa yang berpuasa pada hari Tarwiyah (delapan Dzulhijjah) Allah akan memberinya pahala kesabaran Nabi Aiyub dalam menghadapi cobaan. Barang siapa yang berpuasa pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) Allah akan memberinya pahala seperti Pahala Nabi Isa”.

Ringkasan Ihya ‘ulumuddin

IMAM GHAZALI

Tidak ada komentar: